PELAJARAN SOFTSKILL DI PIALA EROPA 2012
Sepakbola Olahraga yang paling di minati kebanyakan orang, bermacam kompetisi sepakbola di dunia ini, di indonesia contohnya ada Liga antar RT , RW, Kelurahan, sedikit naik tingkat ada pula antar kota, antar negara asia, negara eropa, afrika, amerika dan lain sebagainya.
Di tahun 2012 sekarang, mayoritas masyarakat dunia sedang menikmati kompetisi yang di gelar 4 tahun sekali yaitu EURO, terdiri dari 16 negara yang ikut serta kompetisi ini, dan tidak sedikit para karyawan , mahasiswa dan yang lainnya rela menonton pada waktu tengah malam hanya untuk menonton tim favoritnya.
Tentu tidak sedikit segi positif dan negatifnya di balik piala eropa yang di gelar tengah malam tersebut, sebelum menonton piala eropa tersebut,kita dapat bermunajat kepada sang pencipta, mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda, bahkan setelah nonton pertandingan pun kita bisa menunggu waktu shubuh untuk shalat shubuh berjamaah di masjid terdekat, dan bila dilihat dari segi negatifnya kemungkinan besar kita akan mengantuk ketika melakukan aktifitas di siang harinya karena tidur kita yang sedikit mengurang, maka dari itu sebelum kita menonton piala eropa tersebut diusahakan tidur lebih awal dan set alarm minimal 30 menit sampai 60 menit sebelum pertandingan di mulai agar kita dapat melakukan kegiatan yang saya sebutkan di atas, serta menjaga pola makan dan minumnya.
Total Tayangan Halaman
Sabtu, 21 Juli 2012
Kamis, 19 April 2012
BIAYA PILKADA
Seperti yang kita sering baca di media cetak, kebanyakan di setiap media cetak membahas tentang pemilihan umum kepala daerah (PILKADA). Dimana setiap calon saling bersaing untuk meyakinkan masyarakatnya agar dapat memilih calonnya tersebut, dengan cara turun ke pasar – pasar, ke panti jompo, dan lain sebagainya. Semua yang semua dilakukannya itu setidaknya memakan dana yang cukup besar. Sebagai contoh “ Bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur perseorangan, Hendardji Supandji, mengungkapkan bahwa untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 ini dirinya menargetkan Rp 50 miliar untuk biaya kampanye hingga hari pencoblosan pada 11 Juli mendatang.” Kompas.com
Rp 50 miliar, biaya yang sangatlah mahal Mendagri pun pernah mencontohkan, biaya yang dikeluarkan seorang calon kepala daerah untuk pilkada mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Sementara itu, gaji seorang kepala daerah tidak cukup untuk membayar keseluruhan biaya pilkada tersebut, sehingga muncul pendapat salah satu pemicu kepala daerah melakukan korupsi adalah untuk membaya biaya pilkada yang mahal.
Belum lagi biaya – biaya yang tak terduga, dari mahalnya dana yang di keluarkan tak menutup kemungkinan seorang kepala daerah berkorupsi untuk mengembalikan modal yang telah ia keluarkan terlebih dahulu, karena memang gaji seorang kepala daerah tidak akan cukup untuk menutupi uang yang telah di keluarkan pada masa – masa pemilihannya, tetapi jika niat seorang calon kepala daerah tulus dengan semua dana dan tenaga sebanyak apapun yang ia keluarkan dan niatnya karena ibadah, sedikit sekali kemungkinannya untuk berkorupsi.
Yang disayangkan Hingga saat ini, Panwaslu belum mengaudit keuangan masing-masing calon kandidat, dikarenakan kandidat lebih mengutamakan mencari perhatian masyarakat dan menomor duakan tentang administrasi dari pilkada itu sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)